![]() |
| (Foto-Foto By: Moses Juneri Manihuruk) |
JAMBI-Pesta Olob-olob (Sukacita) dalam rangka memperingati 123 tahun Pekabaran Injil di Simalungun tingkat Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Resort Jambi berlangsung meriah dan penuh sukacita. Perayaan yang digelar di Gedung Puri Gracia Raissa, Paal V, Kotabaru, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Minggu (20/9/2026), tersebut dihadiri sekitar 600 warga jemaat GKPS se-Resort Jambi serta undangan dari perkumpulan marga Simalungun di Kota Jambi. Penyematan Hiou Pamonting dan Lelang Lepas salah satu kegiatan penting pada Pesta Olobolob GKPS Resort Jambi Tahun 2026.
Perayaan tersebut tidak sekadar menjadi momentum peringatan sejarah pekabaran Injil, tetapi juga menjadi ruang persekutuan, pelestarian budaya Simalungun, dan penguatan semangat kebersamaan warga jemaat di perantauan.
Warga jemaat yang hadir berasal dari GKPS Jambi, GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi, GKPS Persiapan Simpang Rambutan Kabupaten Tanjungjabung Barat, Pos Pekabaran Injil (PI) GKPS Bayunglencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, serta Pos PI GKPS Senami Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.
Rangkaian Pesta Olob-olob diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin Praeses GKPS Distrik VI Riau dan sekitarnya, Pdt Oberlin Petrus Silalahi, STh. Pelaksanaan ibadah turut didampingi Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt Agus Freddy Damanik, MTh, Pdt Thania Kisah Saragih, STh, Penginjil GKPS Resort Jambi, Larmawati Br Purba, serta Bendahara GKPS Resort Jambi, St Rahmad Efendi Purba, SE.
Ibadah berlangsung khidmat, tertib, dan penuh antusiasme. Kehadiran jemaat dari berbagai wilayah pelayanan memperlihatkan ikatan persekutuan yang terus dipelihara, meskipun warga GKPS Resort Jambi berada di sejumlah daerah di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.
Semarak perayaan semakin terasa melalui penampilan Band dan Song Leader Pemuda GKPS Jambi, tim paduan suara Inang GKPS se-Resort Jambi, serta lomba Vokal Grup (VG) antarjemaat dan kelompok pelayanan GKPS Resort Jambi.
Setelah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan penggalangan dana melalui lelang kuliner Simalungun. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, hiou atau kain adat Simalungun diserahkan kepada para donatur sebagai bagian dari penghargaan atas dukungan mereka. Acara juga diisi dengan tarian bersama yang melibatkan para peserta perayaan.
Melalui penggalangan dana tersebut, panitia berhasil menghimpun dana sekitar Rp200 juta. Pengumpulan dana ini menjadi salah satu bagian penting dari semangat gotong royong dan partisipasi jemaat dalam mendukung kegiatan pelayanan serta kebersamaan gereja.
Kuliner dan Musik Simalungun Pererat Persekutuan
Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh hadirin menikmati makan siang bersama dengan sajian khas Simalungun. Salah satu hidangan yang disuguhkan adalah daun ubi tumbuk, kuliner tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat Simalungun.
Makan siang bersama tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati hidangan tradisional, tetapi juga mempererat hubungan ant warga jemaat, pengurus gereja, dan para undangan.
Hiburan musik turut mengiringi kebersamaan tersebut. Band Oppunk Generation Pemuda GKPS Jambi tampil menghibur para hadirin, disusul penampilan talenta nyanyi remaja dan trio pemuda GKPS Jambi.
Perpaduan antara ibadah, kuliner tradisional, musik, dan interaksi ant jemaat menjadikan Pesta Olob-olob sebagai perayaan yang menghubungkan kehidupan iman dengan identitas budaya Simalungun.
Penyerahan Buku Sejarah Pekabaran Injil
Di sela-sela perayaan, panitia juga melaksanakan penyerahan 100 eksemplar buku religi berjudul Jelajah Pekabaran Injil di Tanah Melayu Jambi. Buku tersebut mengangkat perjuangan pekabaran Injil GKPS dan HKBP di Provinsi Jambi dan ditulis oleh Wakil Ketua GKPS Resort Jambi, St Radesman Saragih, S.Sos.
Buku tersebut diluncurkan pada Rabu (2/9/2026), bertepatan dengan peringatan 123 tahun Pekabaran Injil di Simalungun tahun 2026.
Penyerahan buku ditujukan kepada enam sektor GKPS Jambi, tiga sektor GKPS Tanah Kanaan, GKPS Persiapan Simpang Rambutan, Pos PI GKPS Bayunglencir, serta Pos PI GKPS Senami.
Buku diserahkan oleh Praeses GKPS Distrik VI Riau, Pdt Oberlin Petrus Silalahi, STh, Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt Agus Freddy Damanik, MTh, dan sponsor penerbitan buku, Petrus Hilman Dapot Tuah Purba, yang juga merupakan putra salah seorang pendiri GKPS Jambi.
Kehadiran buku tersebut memberikan dimensi dokumentasi dan literasi sejarah dalam perayaan. Kisah perjalanan pekabaran Injil di wilayah Jambi menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif gereja sekaligus memperkenalkan sejarah pelayanan kepada generasi berikutnya.
Rondang Bintang: Merawat Budaya Simalungun di Perantauan
Sehari sebelum Pesta Olob-olob, panitia menggelar Malam Budaya Simalungun bertajuk Rondang Bintang (Malam Penuh Cahaya Bintang) di Gedung Serba Guna (GSG) GKPS Jambi, Sabtu (19/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 warga GKPS Resort Jambi. Turut hadir Praeses GKPS Distrik VI Riau, Pdt Oberlin Petrus Silalahi, STh, yang datang dari Pekanbaru, Riau, Pendeta GKPS Resort Jambi Pdt Agus Freddy Damanik, MTh, Pdt Thania Kisah Saragih, STh, serta jajaran pengurus GKPS Resort Jambi.
Hadir pula pimpinan majelis jemaat GKPS Jambi, GKPS Tanah Kanaan, GKPS Persiapan Simpang Rambutan, dan Pos PI GKPS Senami Batanghari.
Malam budaya tersebut menampilkan beragam kesenian Simalungun, antara lain Tortor Sombah (Tarian Menyembah) dan tarian kreasi Simalungun yang dibawakan tim tari Namaposo GKPS Jambi serta pemuda GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi.
Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mempertahankan seni tradisional Simalungun di tengah kehidupan masyarakat perantauan. Melalui tari dan tortor, generasi muda turut mengambil peran dalam menjaga warisan budaya yang menjadi identitas komunitas Simalungun.
Selain pertunjukan tari, Rondang Bintang juga menghadirkan lagu-lagu kenangan Simalungun. Penampilan musik dan vokal melibatkan sejumlah talenta dari warga GKPS Resort Jambi, yakni Pariban Musik, Band Pemuda GKPS Jambi, Ompung Generation, Rany Br Sumbayak, Keyla Br Purba, Orwintina Br Matondang, Oka Purba, Timbul Girsang, Sy Rosenman Saragih, dan St Radesman Saragih.
Rangkaian pertunjukan tersebut menghadirkan suasana nostalgia dan kerinduan terhadap kampung halaman. Musik Simalungun menjadi sarana untuk mempertemukan kenangan, identitas, dan kebersamaan warga jemaat yang menjalani kehidupan di tanah perantauan.
Efisiensi Anggaran, Maksimalkan Talenta Jemaat
Ketua Panitia Pesta Olob-olob GKPS Resort Jambi, St Alexander Dabungke, mengatakan bahwa pelaksanaan Malam Budaya Simalungun bertujuan melestarikan seni budaya Simalungun di tengah masyarakat Simalungun yang berada di tanah perantauan Jambi.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah untuk memenuhi kerinduan warga terhadap kampung halaman melalui seni tari dan musik tradisional.
“Walaupun hanya menampilkan talenta-talenta seni dari warga jemaat, malam budaya Simalungun ini berlangsung meriah. Setiap penampilan tari dan nyanyi mendapat sambutan antusias warga sembari memberikan sumbangan (saweran),” katanya.
St Alexander menjelaskan, pada pelaksanaan Pesta Olob-olob tahun-tahun sebelumnya, panitia biasanya mendatangkan artis-artis Simalungun dari wilayah Simalungun dan Kota Pematangsiantar. Namun, mempertimbangkan kondisi ekonomi yang sulit saat ini, panitia memilih melakukan efisiensi anggaran dengan mengoptimalkan potensi musik, tari, dan penyanyi dari lingkungan GKPS Resort Jambi.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi jemaat untuk merayakan iman dan budaya secara bersama-sama. Sebaliknya, potensi warga gereja diberi ruang untuk berkembang dan berkontribusi dalam pelayanan serta kegiatan komunitas.
Perayaan Iman dan Identitas Budaya
Pesta Olob-olob 123 tahun Pekabaran Injil di Simalungun tingkat GKPS Resort Jambi memperlihatkan keterkaitan erat antara kehidupan bergereja, pelestarian budaya, dan solidaritas jemaat.
Melalui ibadah bersama, penggalangan dana, penyerahan buku sejarah, serta pertunjukan seni budaya, perayaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persekutuan GKPS di wilayah pelayanan Jambi dan sekitarnya.
Di tengah dinamika kehidupan masyarakat perantauan, kegiatan semacam ini menghadirkan ruang bagi warga jemaat untuk merawat identitas Simalungun sekaligus meneguhkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan gereja.
Peringatan 123 tahun Pekabaran Injil di Simalungun pun tidak hanya dikenang sebagai perjalanan sejarah, tetapi juga dihidupi melalui persekutuan, pelayanan, budaya, dan partisipasi generasi muda dalam kehidupan GKPS Resort Jambi.
Pesta Olobolob GKPS Jambi, Minggu (20/9/2026).
Tim Pelayan:
Kotbah:
Praeses GKPS Distrik VI Pdt Oberlin Silalahi STh.
Votum Agenda:
1
- Pdt Agus Freddy Damanik MTh ( Pendeta GKPS Resort Jambi).
-Pdt Tania Kisah D Br Saragih STh
Doding:
- Penginjil Larmawati Br Purba.
Tingting: St Friston Sinaga SPd.
Surat Tongosan: St AJ Damanik.
Tonggo Syafaat: St Rahmad Efendi Purba SE
Galangan:
- St H Saragih
- St JW Saragih.
Tim Musik dan Singers.
- Ruth Sandra Saragih ( Keyboard)
- Elsa Br Tondang (Organis)
-Moses Juneri Manihuruk ( Gitarris)
-Ezer Twopama Manihuruk ( Basis)
-Frederick Dabukke ( Cazon).
- Fany Br Sitopu ( Singers)
- Tika Br Napitupulu ( Singers)
- Shinta Br Manik ( Singers).
-MC (Protokol Acara)
: Sy Afrin Saut Girsang dan C.St Filmon Lingga SPd.
(St Radesman Saragih SSos/AsenkLeeSaragih)
Galeri Foto Pesta Olob-olob 123 Tahun Pekabaran Injil di Simalungun, GKPS Resort Jambi, Minggu 20 September 2026. Foto Diabadikan Oleh Moses Juneri Manihuruk.
.jpg)



0 Komentar